BPNT Januari–Maret 2026 diprediksi cair Rp600 ribu. KPM juga berpeluang menerima PKH, subsidi listrik, BPJS gratis, dan PIP. Cek di sini.

Pemerintah kembali memperkuat perlindungan sosial dengan menyalurkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang diprediksi cair secara rapel untuk periode Januari–Maret 2026 dengan total nilai Rp600.000.
Selain saldo sembako sebesar Rp200.000 per bulan, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) juga berpeluang memperoleh empat bantuan sosial tambahan, mulai dari bantuan tunai, subsidi energi, hingga jaminan kesehatan dan pendidikan.
Salah satu bantuan tambahan tersebut adalah bonus dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan kepada keluarga dengan komponen ibu hamil, balita, lansia, dan anak sekolah, dengan nominal berkisar Rp225.000 hingga Rp750.000 per tahap.
Pemerintah juga memberikan subsidi listrik bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA yang tergolong desil rendah. Bantuan ini diberikan secara otomatis dalam bentuk diskon tarif maupun pembebasan biaya listrik.
Di sektor kesehatan, KPM berhak mendapatkan jaminan BPJS Kesehatan gratis melalui skema PBI-JK, sehingga seluruh anggota keluarga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus membayar iuran bulanan.
Sementara di bidang pendidikan, anak-anak dari keluarga penerima BPNT diprioritaskan memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) guna menunjang kebutuhan sekolah.
Untuk tahun ini, penyaluran bansos diawali dengan verifikasi data ketat sejak Januari, sedangkan pencairan BPNT diperkirakan masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada akhir Februari hingga Maret 2026.
Dana BPNT hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan bergizi, seperti beras, telur, dan minyak goreng di agen resmi, guna menjaga kecukupan nutrisi keluarga prasejahtera.
Selain bantuan non-tunai, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan fisik berupa beras 10 kilogram per bulan selama empat bulan. Sebanyak 720 ribu ton beras disiapkan untuk sekitar 18 juta KPM dan disalurkan melalui balai desa, kantor kelurahan, serta titik distribusi Bulog dan PT Pos.
Pemerintah berharap rangkaian bantuan ini tidak hanya menopang kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi keluarga kurang mampu.