
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan korban yang selamat dalam peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Syafi’i saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Selasa (20/01).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tim SAR masih menyimpan harapan akan adanya keajaiban di tengah proses pencarian yang terus berlangsung.
“Belum ada korban yang berhasil diselamatkan. Namun kami tetap berharap ada mukjizat, masih ada kemungkinan korban ditemukan dalam keadaan hidup,” ujar Syafi’i.
Ia menambahkan, dalam beberapa kejadian kecelakaan pesawat sebelumnya, pernah ditemukan korban selamat meskipun kondisi pesawat mengalami kerusakan parah.
Tanpa merinci peristiwa tersebut, Syafi’i menjelaskan bahwa ada kasus di mana penumpang terpental keluar dari badan pesawat dan sempat mengalami kondisi tidak sadarkan diri, namun kemudian ditemukan masih hidup beberapa hari setelah kejadian.
“Pernah terjadi pesawat jatuh dengan kondisi badan pesawat terurai, tetapi ada penumpang yang terlempar dan mengalami mati suri, lalu ditemukan dalam keadaan hidup,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syafi’i mengungkapkan bahwa medan lokasi jatuhnya pesawat tergolong sulit dijangkau. Selain itu, kondisi cuaca di sekitar kawasan tersebut kerap berubah ekstrem, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.
Meski menghadapi berbagai kendala, ia memastikan Basarnas akan terus mengerahkan upaya maksimal dalam proses pencarian dan evakuasi korban.